Lompat ke isi
Bani KH. Ibrahim Ghozali

Warisan ilmu

المصحف المخطوط

Mushaf & Kitab Tulisan Tangan

KH. Ibrahim disebut menyalin ±11 mushaf Al-Qur’an 30 juz selama hidupnya, serta kitab-kitab fiqh, tauhid, hadis dan doa. Sebagian masih tersimpan di serambi Masjid Bedi.

Harga sebuah mushaf

Al-Qur’an masih langka di Jawa. Sepulang dari Makkah (1847), beliau menyalin mushaf untuk para santri. Satu pesanan selesai dalam enam bulan dan dibayar dua ekor sapi — dijual untuk membangun pondok dan tempat wudhu. Pemesan dari Banyuwangi dan Kedu membayar hingga Rp 50, ketika seekor sapi berharga ±Rp 10.

±11

mushaf 30 juz

2 🐄

harga satu mushaf

Rp 50

pesanan Banyuwangi & Kedu

Baca bab lengkapnya →

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)

Kitab-kitab peninggalan

Dihimpun kembali oleh para buyut dan canggah beliau, dan sejak 20 Rabiul Awal 1432 H / 24 Februari 2011 disimpan di almari khusus di serambi Masjid Bedi — dapat dilihat keluarga dan masyarakat umum.

  • 01Al-Qur'an Juz 'Amma (tulisan tangan)
  • 02Al-Qur'an 30 juz (tulisan tangan) — ±11 naskah semasa hidup; 4 masih teridentifikasi di Ponorogo
  • 03Hadits — ditulis ketika berusia 11 tahun
  • 04Fiqh: Taqrib, Fathul Qorib, Tahdzib, Al-Bajuri
  • 05Tauhid
  • 06Doa-doa / aurad
  • 07(Alif.id) Fathul Mu'in, Hasyiyah Bajuri, Sahih Bukhari, Jurumiyah, Alfiyah, Ummul Barahin

Apa kata kajian kodikologi?

Amrulloh & Hakim (2021), Nun 7(1); Amrulloh (2021), skripsi UIN Sunan Ampel.

  1. Langkah 1

    Kertas Eropa

    Kertas impor dengan watermark “Pro Patria Eendraght Maakt Maght” dari pabrik di Heelsum, Belanda. Tahun 1808 pada kertas adalah tahun pembuatan kertas — bukan tahun penyalinan mushaf.

  2. Langkah 2

    Pena & tinta

    Ditulis selepas tahajud dengan pena sodo aren (lidi enau) dan tinta bak.

  3. Langkah 3

    Rasm campuran

    Rasm (ejaan) mushaf bercampur antara utsmani dan imla’i.

  4. Langkah 4

    Qiraat ‘Ashim riwayat Hafs

    Bacaan yang umum di Nusantara. Ada petunjuk bahwa mushaf disalin dari hafalan beliau.

  5. Langkah 5

    Iluminasi & catatan pinggir

    Hiasan bunga khas Jawa dan catatan di pinggir halaman (marginalia), menurut kajian kodikologi UINSA 2021.

Sebagai perbandingan: mushaf Nusantara

Gambar di bawah ini BUKAN mushaf KH. Ibrahim — ini mushaf Jawa/Madura sezaman dari koleksi museum, untuk memberi gambaran tradisi penyalinan Al-Qur’an di Nusantara. Foto mushaf beliau akan ditampilkan setelah ada izin keluarga.

Halaman pembuka berhias sebuah mushaf Al-Qur'an dari Jawa, abad ke-18–awal ke-19 (British Library)Unknown author, British Library Add MS 12312 — Public domain, via Wikimedia Commons
Awal juz 2 sebuah mushaf Al-Qur'an dari Jawa, abad ke-18–awal ke-19 (British Library)Unknown author, British Library Add MS 12312 — Public domain, via Wikimedia Commons
Mushaf Al-Qur'an dari Jawa Timur (Bangkalan, Madura), sekitar 1900Unknown author, Art Gallery of South Australia — Public domain, via Wikimedia Commons

Ketik nama atau NIT · Esc untuk menutup

Menu

Sejarah

Silsilah

Warisan

Keluarga